#KASTRADNEWS

KASTRAD News: Bagaimana Kelanjutan Polemik Vaksin Nusantara?

Vaksin Nusantara merupakan vaksin COVID-19 yang digagas oleh Menteri Kesehatan Indonesia, Bapak Terawan Agus Putranto yang saat ini tengah dikembangkan dan diuji di Indonesia. Sayangnya, kelanjutan vaksin Nusantara menimbulkan banyak polemik di kalangan politisi maupun otoritas kesehatan.

Polemik yang berkembang antara lain yaitu:

  1. Polemik uji klinis.
  2. Polemik keterlibatan TNI.
  3. Polemik keterlibatan Amerika.
  4. Polemik keterlibatan politisi

 

  1. Polemik Uji Klinis
    • Pihak BPOM mengungkapkan bahwa hasil uji klinis fase I terkait keamanan. efektivitas atau kemampuan potensi imunogenitas untuk meningkatkan antibodi belum meyakinkan.
    • Pengembangan vaksin tidak melalui uji praklinis atau uji pada hewan.
  2. Polemik Keterlibatan TNI
    • Uji klinis vaksin Nusantara yang tengah digarap di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto resmi dihentikan usai adanya (Memorandum of Understanding/MoU) antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan Kementerian Kesehatan dan TNI AD.
    • Program vaksin Nusantara bukan program TNI. terkait dengan inovasi TNI akan selalu mendukung dengan catatan memenuhi kriteria yang ditetapkan BPOM.
  3. Polemik Keterlibatan Amerika
    • Vaksin nusantara dikembangkan di Amerika tetapi diujicobakan di Indonesia
    • Paten dan metode pembuatan vaksin nusantara akan tetap menjadi milik Aivita Biomedia Inc, AS.
    • Komponen utama pembuatan vaksin nusantara berasal dari hasil impor AS.
    • Pelaksanaan pembuatan vaksin nusantara tetap dilakukan oleh tim Aivita Biomedia Inc pada 3 pilot prohect awal meskipun telah dilakukan pelatihan ke staf RS Kariadi.
  4. Polemik Keterlibatan Politisi
    • Sejumlah politisi menjadi relawan dalam pengambilan darah untuk vaksin nusantara menurut Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat, Felly Estelita Runtuwene pembuatan vaksin nusantara merupakan solusi krisis vaksin di dunia, sehingga dibutuhkan vaksin buatan dalam negeri.
    • Kelanjutan tujuan pengembangan vaksin nusantara “Hanya Berbasis Pelayanan”.
    • Setelah dinyatakan tak lolos uji klinis, penelitian vaksin Nusantara  yang digagas bapak Terawan Agus Putranto terus berjalan. Pemerintah menyepakati status penelitian sel dendritik SARS-CoV-2 berbasis pelayanan kepada pasien, riset tidak dikomersialkan dan tidak membutuhkan persetujuan izin edar.

Lalu apakah vaksin nusantara akan dan atau memiliki kemungkinan dikomersialkan?

  •  

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *